Kamis 23 Apr 2026 19:09 WIB

Jamaah Haji Diminta Segera Mengonsumsi Jatah Boks Makan, PPIH: Jangan Disimpan Terlalu Lama

Petugas akan melakukan meal test untuk mengawasi kualitas makanan jamaah.

Petugas katering menunjukkan aneka kemasan paket makanan jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Makanan untuk jamaah calon haji Indonesia akan dikemas dalam empat warna yang membedakan peruntukan dan masa konsumsinya yakni warna oranye untuk makanan selamat datang atau jalan, warna hijau untuk makanan pagi, warna biru untuk makan siang dan warna merah untuk makan malam.
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Petugas katering menunjukkan aneka kemasan paket makanan jamaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (9/5/2025). Makanan untuk jamaah calon haji Indonesia akan dikemas dalam empat warna yang membedakan peruntukan dan masa konsumsinya yakni warna oranye untuk makanan selamat datang atau jalan, warna hijau untuk makanan pagi, warna biru untuk makan siang dan warna merah untuk makan malam.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta agar jamaah haji gelombang pertama yang kini berada di Madinah untuk segera menyantap makanan begitu diterima dari petugas. 

Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menegaskan, ada batas jam maksimal berdasarkan waktu saudi arabia (SAR) yang sudah dicantumkan di boks makanan untuk setiap jamaah. Makan pagi maksimal pukul 09.00 SAR, makan siang maksimal pukul 15.00 SAR, sementara malam maksimal pukul 21.00 SAR.

Baca Juga

"Kami mohon jamaah memperhatikan stiker batas waktu yang tertera pada kemasan box makanan. Segera dimakan, jangan disimpan terlalu lama demi kesehatan bersama," kata Indri di Madinah, Kamis(23/4/2026).

photo
Dapur Katering Ragaeb memasak ikan patin Balado untuk jamaah haji Indonesia di sektor 9 dan 10, Makkah, Rabu (14/5/2025). - (Republika/Teguh Firmansyah)

Dia menegaskan, petugas akan memastikan setiap makanan yang didistribusikan kepada jamaah haji Indonesia memenuhi standar kualitas dan kecukupan gizi. Melalui skema meal test atau pemeriksaan makanan, pengawasan ketat dilakukan mulai dari rasa hingga berat porsi (gramasi).

Indri menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan secara rutin setiap hari untuk menjaga konsistensi layanan katering di seluruh wilayah layanan jemaah.

"Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini krusial untuk memastikan apa yang diterima jamaah sudah layak dan sesuai standar," ujar dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement