REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin mewaspadai penularan demam berdarah dengue (DBD) bagi jamaah calon haji di asrama haji di Kota Banjarbaru sehingga melakukan pengasapan lingkungan tersebut bekerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Banjarmasin.
Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin Eddy Khairani di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu(23/4/2026), menyampaikan pengasapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kamar jamaah, aula, ruang makan, ruang tunggu, hingga area terbuka di kompleks asrama.
Upaya ini difokuskan pada pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit, seperti DBD dan penyakit berbasis lingkungan lainnya. Ia mengatakan pengasapan bagian dari rangkaian persiapan matang menjelang kedatangan jamaah calon haji yang dijadwalkan kloter 1 masuk asrama pada Kamis (23/4).
Dia menjelaskan kesiapan lingkungan faktor penting dalam mendukung kesehatan jamaah selama berada di embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Fogging (pengasapan) ini kami lakukan untuk memastikan seluruh area asrama haji dalam kondisi steril dan aman dari potensi penyebaran penyakit. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan kesehatan maksimal kepada jamaah,” ujar Eddy.
Ia menegaskan kesehatan jamaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait.




