Kamis 23 Apr 2026 07:05 WIB

Jamaah Butuh Istirahat, Kemenhaj MInta Seremonial Pelepasan Jamaah Haji Dikurangi

Banyaknya acara pelepasan dinilai bisa membuat jamaah cepat lelah.

Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 1) tiba di Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap pada 22 April hingga 21 Mei 2026 mulai tiba di Madinah.
Foto: ANTARA FOTO/MCH 2026/Ririn Nur Febriani
Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 1) tiba di Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap pada 22 April hingga 21 Mei 2026 mulai tiba di Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau otoritas di daerah agar seremonial pelepasan keberangkatan calon jamaah haji Indonesia tidak terlalu banyak dan tidak berlangsung lama.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan banyaknya acara seremonial bakal berdampak pada kondisi kebugaran jamaah, padahal mereka memerlukan waktu istirahat.

Baca Juga

“Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jamaah, supaya kemudian jamaah tidak terlalu lama menunggu dan tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jamaah mudah letih,” ujar Dahnil, Rabu (22/4/2026).

Keberangkatan calon jamaah haji Indonesia kerap diwarnai dengan seremonial pelepasan, baik saat di kabupaten/kota maupun embarkasi. Bahkan, ada beberapa yang dilakukan secara berulang.

Di sisi lain, kata dia, banyak jamaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas yang memerlukan waktu istirahat sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement