Rabu 22 Apr 2026 17:55 WIB

Dari Kartini hingga Malahayati, Inilah Jejak Muslimah Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Mereka membuktikan punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Wanita Aceh berbusana adat menaburkan bunga dan menyiramkan air saat berziarah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di situs sejarah Makam Pahlawan Nasional Laksamana Malahayati, di perbukitan desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (9/11/2020). Laksamana Malahayati, seorang wanita Aceh yang memiliki sekitar 2.000 pasukan Inong Bale (wanita janda) dan sejumlah armada kapal perang yang berjuang mengusir Belanda pada masa Kesultanan Aceh Darussalam (1585-1604) itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Joko Widodo pada 6 November 2017.
Foto: AMPELSA/ANTARA
Wanita Aceh berbusana adat menaburkan bunga dan menyiramkan air saat berziarah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di situs sejarah Makam Pahlawan Nasional Laksamana Malahayati, di perbukitan desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (9/11/2020). Laksamana Malahayati, seorang wanita Aceh yang memiliki sekitar 2.000 pasukan Inong Bale (wanita janda) dan sejumlah armada kapal perang yang berjuang mengusir Belanda pada masa Kesultanan Aceh Darussalam (1585-1604) itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden Joko Widodo pada 6 November 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwarnai oleh peran kaum laki-laki. Sejumlah Muslimah turut tampil sebagai tokoh penting yang mengabdikan hidupnya demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa, baik melalui jalur perlawanan fisik, pendidikan, maupun dakwah.

Salah satu nama yang paling dikenal adalah Raden Ajeng Kartini. Lahir di Jepara pada 21 April 1879, Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan. Ia memperjuangkan kesetaraan hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan di tengah kuatnya budaya patriarki pada masa itu.

Baca Juga

Bertepatan dengan Selasa (21/4/2026), masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini, hari kelahiran sang pahlawan kemerdekaan. Momentum ini menjadi pengingat akan kemajuan dan potensi luar biasa yang dimiliki perempuan Indonesia.

Selain Kartini, sosok Cut Nyak Dhien juga menjadi simbol keberanian perempuan Nusantara. Lahir di Aceh pada 1848, ia terjun langsung ke medan perang melawan penjajah Belanda. Keberadaannya mampu membangkitkan semangat juang rakyat Aceh dalam melawan kolonialisme.

Nama lain yang tak kalah penting adalah Rasuna Said. Tokoh asal Sumatera Barat ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak perempuan serta mendorong keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1974.

Dari Sulawesi Selatan, ada Opu Daeng Risaju yang juga dikenal dengan nama Famajjah. Meski tidak mengenyam pendidikan formal, ia aktif dalam pergerakan politik melalui Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan memobilisasi rakyat untuk melawan penjajah Belanda.

photo
Kartini - (Dok Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement