Rabu 22 Apr 2026 15:02 WIB

Perjuangan Petani Lansia Naik Haji, Menabung dari Recehan Hasil Menjual Rumput Laut

Patimang mengaku hanya mengandalkan bantuan sosial untuk bertahan hidup

Petani Rumput Laut (Ilustrasi).
Foto: Dok. Web
Petani Rumput Laut (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR — Patimang Hibbu Manne (86), seorang warga lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang kara harus menunggu 16 tahun lamanya untuk bisa menunaikan salah satu rukun Islam yakni berangkat haji setelah dari sejak muda mengumpulkan rumput laut.

"Alhamdulillah, saya sangat bahagia di usia yang sudah tidak lagi muda ini masih diberikan kesempatan untuk datang ke Tanah Suci Makkah," ujar dia di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu(22/4/2026).

Baca Juga

Patimang mengatakan, dia mulai mendaftar haji sejak tahun 2010. Dengan uang hasil penjualan rumput laut yang tidak banyak itu, masih sempat menabung untuk bisa melunasi biaya ibadah perjalanan hajinya(Bipih).

Dia mengaku, hasil dari mencari rumput laut tidaklah banyak. Pengepul yang biasa membeli hasil usahanya itu hanya menghargai rumput laut Rp1.000 per kilogramnya. Dari aktivitas sederhana tersebut, ia mengumpulkan uang recehan sedikit demi sedikit demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menabung untuk mewujudkan cita-citanya menunaikan ibadah haji.

"Saya bukan petani rumput laut seperti kebanyakan yang memasang jaring, saya hanya menyusuri pinggir laut untuk mencari rumput laut sisa yang banyak tersebar dengan menggunakan sampan kecil,"kata dia.

Patimang yang warga Kecamatan Awangpone itu mengaku, dirinya yang sudah renta, tidak lagi bisa bekerja mencari nafkah dan hanya mengandalkan bantuan sosial dan bantuan lainnya dari kerabatnya untuk bertahan hidup.

Ia sendiri sudah menerima apapun kondisi yang akan dihadapinya selama menjalani masa ibadah haji selama sebulan lamanya di Arab Saudi.

photo
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi saat jamaah melaksanakan ibadah umrah sebelum dimulainya musim haji 2026, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat. - (Republika/Fernan Rahadi)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement