Selasa 21 Apr 2026 22:20 WIB

Praktisi Hutan Wakaf Aceh Dorong Mahasiswa Unsyiah Punya Kesadaran Etika Lingkungan

Mahasiswa harus mendengar pengalaman dari lapangan agar melihat persoalan lingkungan.

Pegiat Hutan Wakaf Aceh Afrizal Akmal berfoto bersama mahasiswa Universitas Syiah Kuala
Foto: Ist
Pegiat Hutan Wakaf Aceh Afrizal Akmal berfoto bersama mahasiswa Universitas Syiah Kuala

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Upaya membangun kesadaran ekologis di kalangan generasi muda kembali diperkuat melalui perkuliahan Sosiologi Lingkungan di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Senin (20/4/2026). Dalam sesi kuliah tersebut, mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari praktisi lapangan, yakni Afrizal Akmal, yang akrab disapa Akmal Senja, salah satu inisiator gerakan Hutan Wakaf Aceh.

Dalam pemaparannya, Akmal menjelaskan secara komprehensif tentang lahirnya gerakan Hutan Wakaf di Aceh, yang berangkat dari kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan dan kebutuhan akan model konservasi berbasis nilai-nilai spiritual dan sosial. Ia menuturkan bahwa Hutan Wakaf bukan sekadar konsep konservasi, melainkan sebuah gerakan kolektif yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan keagamaan.

Baca Juga

“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa hanya berhenti pada tataran pengetahuan. Ia harus dimulai dari diri sendiri, dari cara kita memandang alam sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga, bukan dieksploitasi,” ujar Akmal.

Lebih lanjut, ia memaparkan perkembangan jejaring Hutan Wakaf yang mulai tumbuh di berbagai wilayah, serta rencana pengembangannya ke depan sebagai model alternatif konservasi berbasis masyarakat. Dalam konteks ini, etika lingkungan menjadi fondasi utama—bahwa relasi manusia dan alam harus dibangun atas dasar tanggung jawab moral, bukan semata kepentingan ekonomi.

Salsabila, salah satu mahasiswa peserta kuliah, mengungkapkan materi yang disampaikan memberikan wawasan baru yang sangat berharga. Ia menilai bahwa pengalaman langsung dari praktisi lapangan seperti Akmal merupakan sesuatu yang jarang diperoleh dalam ruang kelas.

“Biasanya kami belajar dari teori dan buku. Tapi kali ini kami mendengar langsung dari orang yang terlibat di lapangan. Ini membuat kami lebih memahami realitas dan tantangan lingkungan secara nyata,” ujar dia.

photo
Para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Teungku Chik Pante Kulu menanam pohon di kawasan Hutan Wakaf Aceh, Jantho, Aceh Besar, belum lama ini. - (Dok Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW).)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement