Selasa 21 Apr 2026 20:56 WIB

Program Pemberdayaan Perempuan Pesantren Berbasis Eco-Halal Entrepreneurship Diresmikan

Parung dikenal sebagai kawasan rawan bencana banjir dan longsor.

 Program pemberdayaan perempuan pesantren berbasis eco-halal entrepreneurship di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor.
Foto: Dok Istimewa
Program pemberdayaan perempuan pesantren berbasis eco-halal entrepreneurship di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Program pemberdayaan perempuan pesantren berbasis eco-halal entrepreneurship resmi digulirkan di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Kabupaten Bogor.

Program hasil kolaborasi dosen Universitas Negeri Jakarta melalui program Community Development dengan kampus internasional dan nasional, serta didukung oleh program Equity LPDP ini dirancang untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha mikro ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Developent Goals (SDGs) 5 tentang kesetaraan gender.

Baca Juga

Ketua Tim Community Development dari Universitas Negeri Jakarta, Dr Rihlah Nur Aulia, menjelaskan wilayah Parung dikenal sebagai kawasan rawan bencana banjir dan longsor akibat urbanisasi dan alih fungsi lahan.

“Kondisi ini menimbulkan kerentanan sosial-ekonomi, terutama bagi perempuan dengan akses terbatas terhadap pendidikan dan sumber daya ekonomi,” kata dia di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Melihat urgensi tersebut, Rihlah menjelaskan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta bersama mitra internasional dari INHART International Islamic University Malaysia, dan Fakultas Sains dan Teknologi di Institut Kesehatan dan Teknologi PKP (IKTJ) DKI Jakarta menggagas kegiatan “Community Development” yang menyasar kelompok perempuan dan masyarakat sekitar pesantren.

Dia menyatakan, program ini mencakup pelatihan daring dan luring. Secara daring, peserta dibekali teori tentang halal entrepreneurship, manajemen usaha mikro, literasi keuangan syariah, serta strategi pemasaran digital.

Sementara secara luring, kata dia, perempuan pesantren dilatih memproduksi ecoenzym, produk herbal, dan kerajinan tangan ramah lingkungan, serta didampingi dalam proses sertifikasi halal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement