Selasa 21 Apr 2026 16:22 WIB

Teka-teki 'Gunung Kapak', Benteng Alam Terkuat yang Melindungi Nuklir Iran dari Serangan AS?

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Pembangkit pengayaan nuklir Natanz di Iran.
Foto: Planet Labs
Pembangkit pengayaan nuklir Natanz di Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Meskipun serangan udara intensif yang dilancarkan Amerika Serikat selama setahun terakhir telah menghancurkan sebagian besar program nuklir Iran, namun sebuah fasilitas yang dijaga ketat dan sedang dibangun tetap menjadi tantangan bagi Washington.

Hal ini karena kemungkinan besar fasilitas tersebut berada di luar jangkauan pesawat pembom AS, menurut laporan di surat kabar The New York Times.

Baca Juga

Baik itu dengan melancarkan serangan terhadapnya atau menetralisirnya melalui negosiasi, Presiden AS Donald Trump tergesa-gesa mengambil tindakan terkait hal tersebut, menurut laporan di surat kabar The New York Times.

Lokasi "Koh Kolang Gazla" (yang berarti "Gunung Kapak" dalam bahasa Arab) terletak kurang dari dua kilometer di selatan Natanz, lokasi pengayaan uranium yang hancur tahun lalu akibat serangan AS.

Fasilitas ini masih dalam tahap pembangunan, namun dibangun deengan terkubur jauh di dalam gunung, sehingga mungkin kebal terhadap bom-bom AS terkuat yang mampu menembus pertahanan.

Lokasi ini menjadi duri dalam daging bagi Donald Trump, yang mengklaim setelah serangan Juni 2025 bahwa dia telah menghancurkan program nuklir Iran.

Hingga kini, isu sensitif ini tetap menjadi salah satu poin perselisihan utama antara Teheran dan Washington, yang dibahas dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Trump menegaskan bahwa Iran—yang membantah niatnya untuk memiliki senjata nuklir—telah setuju untuk menyerahkan uranium yang sangat diperkaya, sebuah isu krusial, namun Teheran membantahnya secara tegas.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement