Selasa 21 Apr 2026 11:30 WIB

Shaf Shalat Wanita di Belakang Laki-Laki, Mengapa?

Dalam shalat, hendaknya kita selalu menjaga kekhusyukan.

ILUSTRASI Shaf perempuan dalam shalat berjamaah
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
ILUSTRASI Shaf perempuan dalam shalat berjamaah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Shaf shalat perempuan berada di belakang laki-laki. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Apa sebenarnya nilai-nilai yang terkandung dalam posisi shaf perempuan dalam shalat berjamaah?

Baca Juga

Almarhum KH Ali Mustafa Yaqub dalam buku Imam Perempuan menjelaskan, dalam agama Islam shalat merupakan sebuah aktivitas yang di dalamnya seorang hamba Allah bermunajahah atau beraudiensi dengan Penciptanya. Dalam saat-saat seperti itu, perlu kekhusyukan.

Banyak hadis yang mengatur posisi kaum perempuan, dan apa yang harus mereka lakukan ketika sedang shalat dengan kaum laki-laki. Misalnya, tentang posisi wanita ketika shalat berjamaah dengan para pria.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shaf (barisan dalam shalat) yang terbaik bagi laki-laki adalah shaf depan, dan shaf yang terburuk bagi mereka adalah shaf terakhir. Sedangkan shaf terbaik bagi kaum wanita adalah shaf yang terakhir dan yang terburuk bagi mereka adalah shaf terdepan.”

Hadis ini secara kontekstual menunjukkan, dalam konteks shalat berjamaah, dapat terdiri atas jamaah laki-laki dan perempuan. Posisi kaum perempuan berada di belakang laki-laki.

Shaf perempuan yang terdepan, bila terlalu berdekatan dengan shaf laki-laki yakni barisan yang terakhir, berpotensi memunculkan gangguan-gangguan terhadap kekhusyukan shalat. Karena itu, banyak masjid yang menggunakan tabir atau tirai sebagai pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement