REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Kolonel Rusia Mikhail Khodarenok mengatakan dalam sebuah artikel analisis yang diterbitkan di surat kabar Rusia Vzglyad bahwa tidak ada istilah dalam urusan militer yang disebut pemblokadean semua kapal.
Penggunaan istilah ini oleh Presiden AS menunjukkan kurangnya pengetahuan militer sistematis yang diperlukan bagi Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, hal yang terlihat jelas dalam seluruh operasi Iran.
Dalam hal ini, penulis berpendapat masuk akal untuk merujuk terlebih dahulu pada istilah-istilah klasik, karena penamaan yang benar berarti pemahaman yang benar.
Hal ini karena terdapat istilah pemblokade militer, yaitu metode pelaksanaan operasi militer yang mencakup isolasi negara musuh, atau kelompok besar pasukan, atau kawasan ekonomi, atau pusat administratif, atau kota, atau pulau, atau kawasan selat, atau fasilitas penting lainnya milik musuh.
Pemblokade militer dapat bersifat total atau parsial, baik melalui darat, udara, laut, maupun kombinasi dari ketiganya.
Berdasarkan cakupan, sifat tujuan, dan skala sumber daya yang digunakan, pemblokade ini dibagi menjadi pemblokade strategis dan operasional.
Ahli militer tersebut melanjutkan pada tingkat taktis, terdapat konsep operasi blokade, yang juga merupakan salah satu metode operasi militer di mana akses ke kelompok pasukan yang terkepung dibatasi, akses musuh ke bantuan militer dan ekonomi dari luar dicegah, serta mereka dilarang keluar secara bebas dari wilayah yang terkepung, dengan menggunakan sarana militer dan lainnya.
Lihat postingan ini di Instagram




