Senin 20 Apr 2026 16:56 WIB

Konvoi Lapis Baja Israel Terkena Ranjau Darat, Empat Tank Merkava Hancur Lebur

Dua gelombang ledakan menghancurkan konvoi tank Merkava.

Tank Merkava
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Tank Merkava

REPUBLIKA.CO.ID, DEIR SERYAN — Pasukan penjajah Israel dilaporkan mengalami kerugian besar pada Ahad (20/4/2026) setelah para pejuang kelompok perlawanan Hizbullah menargetkan konvoi lapis baja di Lebanon selatan. Insiden ini terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata yang baru saja dideklarasikan beberapa hari lalu.

Berdasarkan pernyataan resmi Hizbullah yang dikutip dari Al Mayadeen, sebuah konvoi tentara Israel yang terdiri dari delapan kendaraan lapis baja bergerak dari kota Taybeh menuju pangkalan lama al-Sal'a dekat Deir Seryan. Saat melintas, konvoi tersebut diterjang rangkaian alat peledak yang telah dipasang sebelumnya.

Baca Juga

Ledakan tersebut melibatkan beberapa muatan peledak yang diledakkan dalam dua gelombang berturut-turut antara pukul 15.40 hingga 16.40 waktu setempat. Ledakan itu mengakibatkan kehancuran empat tank Merkava, yang terlihat dilalap api pasca-insiden tersebut.

photo
Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah. - ( EPA/ATEF SAFADI)

Pelanggaran gencatan senjata

Serangan ini terjadi pada saat pasukan penjajah Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Berbagai dokumentasi menunjukkan pelanggaran berulang sejak gencatan senjata diberlakukan tiga hari sebelumnya. Pergerakan kolom lapis baja itu sendiri dinilai sebagai bagian dari aktivitas militer Israel yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, pasukan Israel dilaporkan mulai menarik tank-tank yang rusak dari lokasi kejadian. Operasi ini menggarisbawahi kesiapan operasional berkelanjutan dari kelompok Hizbullah di Lebanon selatan, khususnya dalam memanfaatkan langkah-langkah pertahanan terencana melawan pergerakan pasukan pendudukan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement