Senin 20 Apr 2026 15:50 WIB

Tak Ada Fasilitas Mesin Cuci di Hotel Madinah, Jamaah Dilarang Keras Jemur Pakaian di Jendela

Pelanggaran terhadap aturan menjemur pakaian bisa berujung pada denda.

Masjid Imam Bukhari di Madinah, Kamis (23/5/2024). Masjid Imam Bukhari bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari pintu 26 Masjid Nabawi, lalu lurus ke arah Al Haram Hotel. Masjid berukuran 20x30 meter dan berwarna putih tersebut diberinama Imam Bukhari sebagai lantaran di tempat ini dulunya Imam Bukhari menulis kitab yang menjadi rujukan umat Muslim di seluruh dunia, Kitab Hadist Shahih Bukhari yang berisi sabda-sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
Foto: Karta/Republika
Masjid Imam Bukhari di Madinah, Kamis (23/5/2024). Masjid Imam Bukhari bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari pintu 26 Masjid Nabawi, lalu lurus ke arah Al Haram Hotel. Masjid berukuran 20x30 meter dan berwarna putih tersebut diberinama Imam Bukhari sebagai lantaran di tempat ini dulunya Imam Bukhari menulis kitab yang menjadi rujukan umat Muslim di seluruh dunia, Kitab Hadist Shahih Bukhari yang berisi sabda-sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Jamaah haji Indonesia diimbau untuk lebih cermat dalam mengelola kebersihan pakaian selama menjalani ibadah di Madinah, Arab Saudi. Perbedaan karakteristik fasilitas perhotelan antara Madinah dan Makkah menjadi alasan utama mengapa jamaah harus menyesuaikan kebiasaan mencuci mereka.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Muttaqin, menjelaskan, fasilitas di hotel-hotel Madinah berbeda signifikan dengan hotel di Makkah. Menurut dia, salah satu perbedaan mencolok terletak pada ketersediaan sarana mencuci bagi jamaah.

Baca Juga

“Kalau hotel di Makkah mayoritas menyediakan mesin cuci yang terletak di lantai paling atas (rooftop) untuk digunakan oleh jamaah. Sedangkan di Madinah ini, pihak hotel tidak menyediakan fasilitas mesin cuci maupun area pencucian khusus bagi jamaah,"kata Zaenal.

Adanya keterbatasan tersebut membuat petugas haji mengeluarkan beberapa imbauan bagi jamaah agar pakaian tetap terjaga kesuciannya untuk beribadah. Pertama, mencuci pakaian ‘ala kadarnya’ di kamar mandi hotel masing-masing.

photo
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Zaenal Muttaqin di Madinah, Arab Saudi, Senin (20/4/2026). - (Republika/Fernan Rahadi)

Hanya saja, Zaenal memberikan peringatan keras terkait tempat menjemur. Dia menegaskan, jamaah dilarang keras menjemur pakaian di jendela, menggantungnya di pipa sprinkler pemadam api, atau memaku tembok kamar.

"Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada denda administratif dari manajemen hotel. Ini harus dipahami betul karena jumlah dendanya tidak main-main,"kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement