REPUBLIKA.CO.ID, DEBL — Sebuah foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang prajurit pendudukan Israel menggunakan palu besar untuk menghancurkan kepala patung Yesus pada salib yang telah jatuh. Aksi vandalisme ini memicu kecaman di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlangsung di wilayah tersebut.
Laporan media menyebutkan bahwa patung tersebut berlokasi di sebuah desa Kristen, bernama Debl, Lebanon selatan, yang terletak di dekat perbatasan wilayah pendudukan Palestina. Pihak pemerintah desa Debl mengonfirmasi kepada AFP bahwa patung yang dirusak tersebut memang berada di desa mereka.
Al Mayadeen menulis, insiden ini terjadi meskipun perjanjian gencatan senjata telah mulai berlaku sejak Jumat lalu. Foto tersebut dilaporkan dibagikan secara daring dan dikaitkan oleh sejumlah unggahan sebagai tindakan prajurit pendudukan Israel.
Aksi ini bukanlah kejadian luar biasa. Penghinaan terhadap kesucian agama merupakan tindakan berulang yang kerap dilakukan pasukan Israel.
Dari Gaza hingga Lebanon Selatan, berbagai video dan foto yang diunggah oleh tentara Israel sendiri menunjukkan aksi penembakan ke arah masjid, penodaan gereja, hingga penghancuran patung-patung tokoh agama.
Sewa kontraktor robohkan rumah
Penjajah Israel terus melanjutkan pembongkaran rumah-rumah dan infrastruktur di Lebanon selatan. Di sisi lain, pasukan mereka terus menderita peningkatan jumlah korban di wilayah yang masih mereka duduki di sepanjang perbatasan.
Harian Haaretz, mengutip pejabat militer, melaporkan bahwa puluhan kendaraan teknik telah dikerahkan ke Lebanon selatan dalam beberapa pekan terakhir.




