Sabtu 18 Apr 2026 23:04 WIB

Mirip Gaza, Israel Berlakukan Garis Kuning di Lebanon Selatan Sementara Hizbullah Terus Melawan

Israel terus lakukan pendudukan di Lebanon di tengah gencatan senjata.

Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan Israel di Al-Mazraa di Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).
Foto: Yara Nardi/Reuters
Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan Israel di Al-Mazraa di Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Tentara Israel mengumumkan pada Sabtu (18/4/2026) mereka telah menetapkan garis pemisah berwarna kuning di selatan Lebanon.

Garis ini mirip dengan garis yang memisahkan pasukannya dari wilayah-wilayah yang dikuasai Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Jalur Gaza.

Baca Juga

Tentara Israel mengklaim telah menyerang para militan yang dicurigai mencoba mendekati pasukannya di sepanjang garis tersebut.

Dilansir Aljazeera, Sabtu, Tentara Israel mengatakan selama 24 jam terakhir, pasukan Israel yang beroperasi di selatan garis kuning di selatan Lebanon memantau orang-orang yang mereka gambarkan sebagai “teroris”.

Mereka mengklaim bahwa para pejuang tersebut melanggar perjanjian gencatan senjata dan mendekati bagian utara Garis Kuning dalam bentuk yang merupakan ancaman langsung, sebagai referensi pertama terhadap garis tersebut sejak dimulainya gencatan senjata.

Tentara Israel menambahkan otoritasnya berwenang bertindak melawan ancaman tersebut, meskipun gencatan senjata berlaku.

Sebelumnya hari ini, jaringan “CNN” mengutip pejabat militer Israel yang menyatakan Tel Aviv akan melarang penduduk kembali ke 55 kota dan desa yang terletak di wilayah tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement