Sabtu 18 Apr 2026 08:35 WIB

Antisipasi Pelanggaran Visa, Bandara Soekarno-Hatta Bentuk Satgas Khusus Haji 2026

Pada 2025, pemberangkatan sekitar 1.300 calon jamaah haji sempat ditunda karena visa.

Calon penumpang berada di samping layar monitor pengumuman jadwal penerbangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/3/2026). Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Calon penumpang berada di samping layar monitor pengumuman jadwal penerbangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/3/2026). Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten membentuk satuan tugas (satgas) khusus sebagai langkah strategis dalam menghadapi musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Persiapan sudah kami siapkan. Kami belajar dari tahun lalu dan kami telah bentuk tim satgas khusus," kata Kepala Imigrasi Soetta Galih Priya Kartika Perdhana di Tangerang, Banten, Jumat(17/4/2026).

Baca Juga

Dia mengatakan, pembentukan tim pengawas dari lintas bidang itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan keimigrasian haji dan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran, termasuk penyalahgunaan visa."Satgas tersebut melibatkan berbagai unsur internal dan eksternal,"kata dia.

Terkait hal tersebut, Imigrasi Bandara Soetta telah berkoordinasi dengan otoritas bandara (otban) serta kepolisian setempat untuk memastikan kelancaran operasional di lapangan.

Galih mengatakan, nantinya terdapat posko terpadu di area bandara guna memperkuat koordinasi selama masa keberangkatan calon jamaah haji."Sebagai antisipasi, tim satgas lintas bidang sudah terbentuk, kami juga berkomunikasi dengan otban dan polres," tuturnya.

Ia menilai keberadaan satgas tidak hanya fokus pada kelancaran pelayanan, tetapi juga untuk menekan potensi penyalahgunaan visa haji yang kerap terjadi."Fokus satgas itu punya tugas menyiapkan pelaksanaan haji dengan baik. Selain itu, juga melakukan antisipasi penyalahgunaan visa haji,"kata Galih.

Dalam mendukung kelancaran proses keberangkatan, imigrasi juga akan menerapkan sistem clearance di embarkasi. Ia menjelaskan, petugas akan menggunakan perangkat portable untuk memeriksa dokumen dan memberi stempel keberangkatan di sejumlah titik embarkasi, seperti Cipondoh, Bekasi, dan Pondok Gede.

photo
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan (tengah) didampingi Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim (kiri) mengecek fasilitas yang ada di pesawat Garuda Indonesia yang akan digunakan untuk armada angkutan haji 1447 H/2026 di hanggar GMF Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (15/4/2026). Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mengangkut 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yakni Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok yang akan mulai diberangkatkan pada Selasa (21/4). - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement