Rabu 15 Apr 2026 20:03 WIB

Operasi Intelijen Mossad Israel Seakan tak Berhenti di Iran, Bagaimana Bisa? Ini Jawabannya

Mossad terus lakukan rekrutmen rahasia agennya di Iran.

Teror agen Israel, Mossad (ilustrasi)
Teror agen Israel, Mossad (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Perekrutan mata-mata di dalam Iran bergantung pada operasi yang panjang dan rumit yang dipimpin oleh badan intelijen Israel, terutama Mossad, melalui kombinasi metode psikologis, teknologi, dan sumber daya manusia, menurut laporan di majalah L'Express Prancis.

Penulis Alexandra Saviana, dalam laporannya yang diterbitkan di Majalah L'Express Prancis, dikutip Aljazeera, Rabu (15/4/2026) mengulas detail menarik mengenai mekanisme perekrutan yang diterapkan oleh “Mossad” Israel di wilayah Iran.

Baca Juga

Saviana mengungkap bagaimana intelijen Israel berhasil membangun jaringan agen yang luas.

Ini memungkinkannya melaksanakan operasi-operasi khusus, yang terbaru adalah Operasi “Rising Lion” pada Juni 2025, yang menargetkan fasilitas nuklir dan pejabat tinggi di Korps Garda Revolusi.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan infiltrasi intelijen bukanlah hasil instan, melainkan hasil kerja panjang dan teliti dalam menembus masyarakat Iran.

Menurut penulis, Mossad menggabungkan dalam strateginya antara kesabaran strategis yang bisa berlangsung hingga 14 tahun (seperti dalam kasus pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh), dengan pemanfaatan pragmatis celah-celah keamanan dan sosial, untuk mencapai tujuannya.

Proses ini, menurut Saviana, dimulai dengan menggambar peta komprehensif dari berbagai kelompok.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement