Rabu 15 Apr 2026 18:23 WIB

Dari Perang Irak Hingga Agresi Iran, Terungkap Ulah Netanyahu dan Hasil Menyakitkan untuk AS

Netanyahu berperan besar dalam invasi Irak dan Iran.

Poster bergambar PM Israel Benjamin Netanyahu terlihat diinjak massa peserta aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Poster bergambar PM Israel Benjamin Netanyahu terlihat diinjak massa peserta aksi solidaritas Indonesia Lawan Genosida, Dukung Palestina Merdeka di Jakarta, Ahad (12/10/2025). Massa aksi mengutuk segala bentuk genosida terhadap warga Gaza yang dilakukan Israel serta menyuarakan kemerdekaan dan gencatan senjata yang permanen di Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV—Setelah beberapa pekan ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran, konfrontasi ini memasuki fase gencatan senjata rapuh, yang meredakan intensitas serangan tanpa menyelesaikan arah konflik.

Namun, di balik ketenangan ini, muncul gambaran yang lebih rumit yakni hubungan tidak stabil antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga

Hubungan yang mendorong terjadinya perang yang tampaknya tidak ada satupun dari mereka yang memiliki gambaran jelas tentang bagaimana mengakhirinya, menurut para analis.

Laporan-laporan di media Inggris menawarkan sudut pandang berbeda untuk memahami apa yang terjadi, dengan fokus pada bagaimana Netanyahu mendorong eskalasi, lalu Trump mengadopsi jalur tersebut sebelum akhirnya terjebak dalam konsekuensi politik dan strategisnya.

Arsitek eskalasi

Ian Perel dalam surat kabar The Independent, dikutip Aljazeera, Rabu (15/4/2026), berpendapat bahwa Netanyahu bukan sekadar mitra dalam eskalasi AS baru-baru ini, melainkan salah satu arsitek utamanya.

Penulis tersebut menyoroti peran Netanyahu dalam mempromosikan invasi Irak pada 2003, ketika dia menggambarkan perang sebagai jalan untuk melemahkan Iran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement