Rabu 15 Apr 2026 14:06 WIB

Pesawat AS Boleh Melintas, 'Sama Saja Indonesia Dukung Serang Iran'

Akan banyak korban jika serangan AS ke Iran terus terjadi.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Fitriyan Zamzami
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memberikan izin kepada pesawat tempur Amerika Serikat (AS) melintasi wilayah udaranya dalam konflik dengan Iran.

Menurutnya, langkah tersebut sama saja dengan turut membantu tindakan penjajahan dan agresi militer yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia.

Baca Juga

Buya Anwar mengatakan, jika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut maka sudah bisa dipastikan korban yang meninggal dan luka-luka akan banyak. Untuk itu perang harus dicegah dan dihentikan.

"Bila Amerika Serikat tetap bersikeras untuk melanjutkannya maka dunia termasuk Indonesia harus bersikap keras dan tegas dalam menghadapinya," kata Buya Anwar kepada Republika, Selasa (14/4/2026).

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan ini mengatakan bahwa Indonesia jangan memberi kesempatan kepada Amerika Serikat untuk berbuat semena-mena. Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ia menegaskan, apa yang telah diperbuat oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran jelas-jelas telah melanggar kedua nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu jika Amerika Serikat ingin mendapatkan izin bagi pesawat-pesawat tempurnya untuk melewati wilayah udara Indonesia maka hal itu harus ditolak.

"Karena jika Indonesia memberi izin maka itu sama saja artinya Indonesia telah mendukung Amerika untuk menyerang dan menghancurkan serta membunuh dan melukai rakyat Iran dan itu jelas tidak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai luhur yang kita miliki," ujar Buya Anwar.

Untuk itu, Buya Anwar mengatakan, meminta Presiden Prabowo dan DPR agar berani menolak dengan tegas rencana Amerika Serikat tersebut. Jangan takut kepada Donald Trump tapi takutlah kepada Tuhan dan kepada rakyat yang akan murka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement