REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi mengingatkan bahwa visa haji furoda sudah tidak ada. Calon jamaah haji diimbau untuk ikut antrean berdasarkan kuota resmi negara Indonesia.
"Bisa-bisanya para travel menjaring calon jamaah yang akan haji tapi tidak mau antre, yang akhirnya bisa kena jebakan Batman, furoda sejak tahun lalu, Raja Salman mengumumkan tidak ada lagi," kata Syam kepada Republika, Rabu (15/4/2026)
Syam menjelaskan, visa haji furoda sudah tidak ada di luar sistem Nusuk. Sementara itu, visa haji Mujamalah hanya orang-orang yang terpilih langsung dari Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di negara masing-masing
"Jadi calon jamaah haji tahun 1447 Hijriyah (tahun 2026) sebaiknya antre melalui kuota haji resmi negara masing-masing agar kepastian visa hajinya mendapatkan yang resmi walau harus antre," ujar Syam.
Syam mengingatkan, jika tidak antre melalui kuota haji resmi negara masing-masing, maka akan sering terjadi spekulasi di mana-mana tentang visa haji di luar quota yang menyebabkan ada korban penipuan atau gagal berangkat.




