Rabu 15 Apr 2026 09:24 WIB

Pasukan Elite Israel Terjebak di Ibu Kota Perlawanan, Komandannya Luka Parah

Komandon Batalyon 42 mengalami luka serius dalam pertempuran di Bint Jbeil

Tentara Israel menghadiri pemkaman rekannya yang tewas di Gaza, di pemakaman militer Mount Herzl di Yerusalem, 27 April 2025.
Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
Tentara Israel menghadiri pemkaman rekannya yang tewas di Gaza, di pemakaman militer Mount Herzl di Yerusalem, 27 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,BINT JBEIL – Pertempuran jarak dekat yang sengit terus berkecamuk di pinggiran pasar tua Bint Jbeil, Lebanon Selatan, pada Selasa (14/4/2026). Pejuang perlawanan Lebanon terlibat kontak senjata intensif dengan pasukan elite pendudukan Israel yang berupaya menembus jantung kota tersebut.

Al Mayadeen melaporkan, meski Israel membombardir wilayah tersebut dengan serangan udara, artileri, dan pengepungan yang tanpa henti, pasukan darat mereka sejauh ini gagal mencapai terobosan yang menentukan.

Baca Juga

Laporan lapangan mengonfirmasi bahwa pasukan penjajah belum mampu mencapai posisi kunci di dalam kota, termasuk Stadion Kota. Lokasi ini merupakan situs simbolis di mana mendiang Sayyed Hassan Nasrallah pernah menyampaikan pidato bersejarah pasca-pembebasan Lebanon Selatan tahun 2000, yang menyebut kekuatan Israel "lebih rapuh dari jaring laba-laba."

Jebakan maut bagi pasukan Israel

Dalam perkembangan terbaru, sebuah unit militer Israel dilaporkan terjebak dalam jebakan maut yang telah direncanakan oleh pejuang perlawanan. Pejuang Hizbullah menggiring unit tersebut ke dalam sebuah rumah sebelum meledakkan bangunan itu saat tentara berada di dalamnya.

Insiden ini diyakini sebagai "insiden keamanan" yang sebelumnya sempat dilaporkan oleh media-media Israel. Akibat kegagalan menembus poin-poin strategis, militer Israel kini dilaporkan membatasi pergerakan personel dan kendaraan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Sebagai gantinya, mereka mengandalkan kendaraan nirawak yang dikendalikan dari jarak jauh untuk memantau posisi pejuang perlawanan.

 

photo
Pendukung Hizbullah bertikai dengan tentara Lebanon selama protes menentang kunjungan Komandan Komando Pusat Angkatan Darat AS, Kenneth Franklin McKenzie ke Libanon di jalan raya bandara internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, 08 Juli 2020. - (EPA-EFE/WAEL HAMZEH)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement