Selasa 14 Apr 2026 22:37 WIB

Di Tengah Perang Iran, Menlu Turki Jadi Perbincangan Warganet Israel dan Dipuji

Menlu Turki sebut Israel akan jadikan negaranya musuh setelah Iran.

Turkey
Foto: EPA-EFE/MICK TSIKAS
Turkey

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Pernyataan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, yang menyatakan Israel berupaya menjadikan Turki sebagai musuh baru setelah Iran, telah banyak dibagikan oleh akun-akun Israel.

Hal ini memicu reaksi cukup mencolok di ruang maya Israel. Perdebatan yang semakin memanas tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah aktivis Israel memandang pernyataan Fidan sebagai pemahaman yang akurat terhadap kompleksitas peta politik di Israel.

Baca Juga

Dilansir Aljazeera Selasa (14/4/2026), warganet Israel mencatat Fidan mampu membaca situasi internal Israel dengan gamblang.

Dia jelas membedakan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan jaringan sayap kanan politik, dengan komponen-komponen lain dalam sistem politik, terutama partai-partai sayap kiri.

Dalam konteks ini, seorang pengguna Twitter menulis bahwa Menteri Luar Negeri Turki membuat perbedaan yang jelas antara Netanyahu dan kubu kanan dengan partai-partai kiri.

Dia menambahkanrincian pembicaraannya dan pilihan kata-katanya menunjukkan bahwa Fidan tidak menggeneralisasi posisinya terhadap seluruh sistem politik Israel, melainkan berfokus pada Netanyahu dan koalisinya, termasuk Itamar Ben-Gvir.

Dalam komentar lain, seorang pengguna Twitter asal Israel menilai Fidan benar sekali. Dia mengatakan masalahnya bukan pada Israel sebagai negara, melainkan pada Netanyahu.

“Pembicaraan tentang kebutuhan akan musuh terkait dengan kelangsungan karier politik Netanyahu,” kata warganet itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement