REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Pernyataan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, yang menyatakan Israel berupaya menjadikan Turki sebagai musuh baru setelah Iran, telah banyak dibagikan oleh akun-akun Israel.
Hal ini memicu reaksi cukup mencolok di ruang maya Israel. Perdebatan yang semakin memanas tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah aktivis Israel memandang pernyataan Fidan sebagai pemahaman yang akurat terhadap kompleksitas peta politik di Israel.
Dilansir Aljazeera Selasa (14/4/2026), warganet Israel mencatat Fidan mampu membaca situasi internal Israel dengan gamblang.
Dia jelas membedakan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan jaringan sayap kanan politik, dengan komponen-komponen lain dalam sistem politik, terutama partai-partai sayap kiri.
Dalam konteks ini, seorang pengguna Twitter menulis bahwa Menteri Luar Negeri Turki membuat perbedaan yang jelas antara Netanyahu dan kubu kanan dengan partai-partai kiri.
وزير الخارجية التركي هاكان فيدان يقول إن إسرائيل لا تستطيع أن تعيش دون عدو مشيرا إلى أنها تستعد لإعلان تركيا كعدو جديد#فيديو pic.twitter.com/0yI76AFVgW
— قناة الجزيرة (@AJArabic) April 13, 2026
Dia menambahkanrincian pembicaraannya dan pilihan kata-katanya menunjukkan bahwa Fidan tidak menggeneralisasi posisinya terhadap seluruh sistem politik Israel, melainkan berfokus pada Netanyahu dan koalisinya, termasuk Itamar Ben-Gvir.
Dalam komentar lain, seorang pengguna Twitter asal Israel menilai Fidan benar sekali. Dia mengatakan masalahnya bukan pada Israel sebagai negara, melainkan pada Netanyahu.
“Pembicaraan tentang kebutuhan akan musuh terkait dengan kelangsungan karier politik Netanyahu,” kata warganet itu.
שר החוץ הטורקי עושה הבחנה ברורה בין נתניהו והרשת הפוליטית של הימין הישראלי לבין מפלגות השמאל. הפרטים הקטנים בסרטון הזה והמילים שלו מראים בצורה ברורה שבניגוד למה שהרבה אנשים בישראל חושבים, הבעיה מבחינת הצד הטורקי היא ביבי והקואליציה הימנית שלו, כולל בן גביר. שווה לשים לב לכך ששר… pic.twitter.com/GgsaZCyQfJ
— Dünya Başol (@dunya_basol) April 13, 2026




