Selasa 14 Apr 2026 14:41 WIB

Iran Kecam Penodaan Masjid Al Aqsa oleh Menteri Israel

Israel mencegah umat Islam Palestina masuk ke Masjid Al Aqsa.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir (tengah) menyaksikan uldoser Israel menghancurkan sebagian kantor pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, 20 Januari 2026.
Foto: EPA/ATEF SAFADI
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir (tengah) menyaksikan uldoser Israel menghancurkan sebagian kantor pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, 20 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengutuk keras penodaan Masjid Al Aqsa oleh sekelompok Zionis ekstremis yang dipimpin oleh seorang menteri Israel. Para penjajah itu juga melarang jamaah muslim Palestina memasuki masjid tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (13/4/2026) malam, Esmaeil Baqaei mengecam berlanjutnya kejahatan rezim Zionis di Palestina. Selain itu, Israel juga terus menyerang Lebanon dan negara-negara lain di kawasan.

Baca Juga

Baqaei menekankan tanggung jawab hukum dan moral semua negara untuk menghadapi tren ini serta mengecam dan menghukum para pelaku kejahatan Israel.

Dengan menyoroti kedudukan luhur Masjid Al Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam, Baqaei menyatakan bahwa tindakan rezim Zionis menodai Masjid Al Aqsa merupakan bagian dari kebijakan mereka untuk mengubah identitas Islam dan sejarah kota suci al-Quds.

Ia menyerukan tindakan efektif dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara Muslim untuk menetralkan manuver rezim Israel terhadap identitas Islam dan sejarah kota suci al-Quds.

Komentar tersebut disampaikan setelah Menteri Keamanan Nasional sayap kanan ekstrem Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua al-Quds Timur. Ini merupakan kali ketiganya memasuki situs tersuci ketiga dalam Islam tahun ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement