Senin 13 Apr 2026 23:50 WIB

Trump Ancam Blokade Hormuz, Garda Revolusi Iran: Musuh akan di Pusaran Maut

Trump ancam blokade Selat Hormuz.

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
Foto: Dok US Navy
Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Garda Revolusi Iran pada Ahad (12/4/2026) memperingatkan musuh-musuh Iran akan pusaran maut di Selat Hormuz, seiring dengan pengumuman Presiden Donald Trump bahwa Washington akan memberlakukan blokade terhadap selat tersebut.

Selat tersebut secara praktis telah ditutup Teheran sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.

Baca Juga

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi mengatakan dalam unggahan di platform X bahwa musuh akan terjebak dalam pusaran maut di Selat Hormuz jika mengambil langkah yang salah.

Mereka menambahkan, seluruh lalu lintas pelayaran... berada di bawah kendali penuh Angkatan Bersenjata Iran.

Dalam konteks ini, Kantor Berita Fars yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran, dikutip Aljazeera, Senin (14/4/2026), mengatakan Trump telah ‘bergabung’ dengan tim Iran

Korps menambahkan, dengan ancaman Trump memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz, dia sejatinya telah memupus harapan terakhir para analis akan penurunan harga minyak, menurut deskripsinya.

Lembaga tersebut menyebutkan bahwa setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dan persetujuan bersyarat Iran untuk membuka kembali selat tersebut, harga minyak Brent turun sekitar 11 persen menjadi 97 dolar.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement