Sabtu 11 Apr 2026 20:03 WIB

Netanyahu Berulang Kali Lobi Bush, Obama Hingga Biden untuk Serang Iran, Hanya Trump yang Setuju

Menurut Netanyahu, serangan ke Iran bisa membuat perubahan rezim.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby Ichsan
Mantan Menlu AS John Kerry
Foto: Antara/Media OOC 2018/Prasetia Fauzani
Mantan Menlu AS John Kerry

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mengungkapkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali mendesak pemerintahan AS untuk melancarkan serangan militer ke Iran. Namun, baru Presiden Donald Trump yang memenuhi keinginan Netanyahu. 

Kerry mengungkapkan, dia pernah terlibat dalam beberapa diskusi dengan Netanyahu. "Dia (Netanyahu) ingin kita menyerang," kata Kerry saat diwawancara dalam acara The Briefing with Jen Psaki pada Jumat (10/4/2026), dikutip laman Middle East Monitor

Baca Juga

Menurut Kerry, Netanyahu menyampaikan keinginannya untuk memulai perang dengan Iran ke beberapa presiden AS. "Presiden Obama menolak. Presiden Joe Biden menolak. Presiden George W Bush menolak," ujar dia. "Satu-satunya presiden yang menyetujui hal ini, jelas, adalah Presiden Trump," tambah Kerry. 

Kerry mengungkapkan, dalam proposalnya saat melobi AS untuk menyerang Iran, Netanyahu mencantumkan sejumlah poin argumen. Menurut Netanyahu, serangan ke Iran dapat membunuh deretan kepemimpinan Iran, menghancurkan militer, dan berujung pada perubahan rezim. 

Menurut Kerry, proposal yang disusun Netanyahu memang tampak sebagai laporan yang bagus. Kerry mengindikasikan bahwa Netanyahu telah menyampaikan argumen-argumennya dalam pertemuan yang melibatkan pejabat senior, di mana berbagai pandangan dipertimbangkan. 

photo
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden AS Donald Trump dalam penentanganan Perjanjian Abraham pada 2020 di Gedung Putih, AS. - (Reuters)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement