Sabtu 11 Apr 2026 14:08 WIB

Direktur Kampus Bergengsi di AS Dipecat Usai Mengkritik Perang Amerika di Iran

Netralitas kampus dinilai secara otomatis berpihak kepada narasi Zionis.

Dr Aria Fani
Foto: meic.washington.edu
Dr Aria Fani

REPUBLIKA.CO.ID,SEATTLE – Langkah mengejutkan terjadi di University of Washington (UW). Dr Aria Fani, profesor sekaligus Direktur Middle East Center, diberhentikan dari jabatannya setelah melontarkan kritik keras terhadap perang AS-Israel di Iran. Pemecatan tersebut mengakhiri kontrak tiga tahun yang baru ditandatanganinya pada 2025.

Dipecatnya Fani bermula dari email peneliti tersebut pada Senin, 9 Maret 2026, yang berisi analisis mengenai serangan pemerintahan Trump dan Israel ke wilayah Iran. Pesan tersebut dikirimkan kepada beberapa alamat email yang mencakup mahasiswa, fakultas, alumni, dan anggota komunitas Middle East Center untuk memberikan konteks geopolitik atas situasi yang tengah berlangsung.

Baca Juga

Fani mengungkapkan,  pemberitahuan pemecatan itu dilakukan melalui panggilan telepon singkat selama lima menit oleh direktur Jackson School of International Studies. Pihak universitas menilai isi email tersebut "tidak pantas". Meskipun pernyataan Fani dinyatakan tidak mengandung antisemitisme, pihak kampus menuding pernyataannya "hampir mendekati antisemitisme".

Menanggapi hal tersebut, Fani menyebut situasi ini menunjukkan keberpihakan institusi. "Kejadian ini memperjelas perasaan siapa yang sedang dilindungi. Bukan mahasiswa Palestina atau Timur Tengah, padahal mereka memiliki alasan untuk merasa diserang akibat sikap bungkam universitas terhadap 'skolastisida' (penghancuran pendidikan) di Gaza dan Iran,"kata dia seperti dikutip dari laman Palestine Chronicle, Sabtu(11/4/2026).

photo
Tangkapan layar sebuah rudal Tomahawk yang menghantam sebuah kompleks tempat sekolah perempuan Iran dan menewaskan sekitar 175 orang. - (Mehr News di X)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement