Jumat 10 Apr 2026 19:25 WIB

Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin Yokohama di Jepang

Masjid As-Sholihin Yokohama hasil wakaf Muslim Indonesia.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla meresmikan Masjid As-Sholihin Yokohama.
Foto: Dok Istimewa
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla meresmikan Masjid As-Sholihin Yokohama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masjid As-Sholihin Yokohama diresmikan pada Jumat (10/4/2026) oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, di Yokohama, Jepang.

Masjid As-Sholihin Yokohama menjadi masjid Indonesia pertama di Yokohama untuk menjawab kebutuhan umat Islam yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan tempat ibadah.

Baca Juga

Berangkat dari kebutuhan tersebut, komunitas Muslim Indonesia di Yokohama kemudian berinisiatif mencari lahan dan membuka penggalangan dana.

Upaya ini mendapat dukungan luas, mulai dari masyarakat, tokoh publik, hingga artis dan influencer, serta partisipasi umat Islam dari berbagai negara.

Tercatat lebih dari 1 juta Muslim dari Indonesia dan berbagai negara lain ikut berwakaf dalam pembangunan masjid ini.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan hasil nyata dari semangat gotong royong lintas bangsa.

"Upaya mendirikan masjid ini membutuhkan kerja sama, gotong royong dari seluruh masyarakat Tanah Air dan juga dari berbagai negara. Ini merupakan amal sholeh yang baik untuk kita semua," kata Jusuf Kalla, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026)

Ia juga menyoroti karakter masyarakat Jepang yang dinilainya telah mencerminkan nilai-nilai akhlak Islam, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan kebersihan. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut.

“Masjid ini di samping tempat ibadah, juga tempat mempersatukan masyarakat. Masjid kita bisa dihadiri orang NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, ya datang ke masjid bersama-sama, kita mazhab bisa berbeda, tapi tetap masjidnya sama, itulah yang menjadikan kita bersatu, bersama-sama, karena itulah kita perlu masjid ini,” ujarnya.

Jusuf Kalla menambahkan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat persatuan, pendidikan, dan kemajuan masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement