Jumat 10 Apr 2026 18:47 WIB

Iran Ogah Kirim Delegasi untuk Bicara dengan AS Selagi Lebanon Masih Dibom Israel

Pakistan mengeluarkan kecaman keras terhadap israel pada Kamis.

Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026).
Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters
Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,ISLAMABAD – Sumber internal Iran membantah laporan mengenai kedatangan delegasi perundingan di Islamabad, Pakistan, yang dijadwalkan pada Jumat (10/4/2026). Pihak Teheran menegaskan tidak akan ada pembicaraan selama perang di Lebanon masih berkecamuk, sambil memperingatkan potensi kegagalan upaya gencatan senjata yang tengah diupayakan, seperti dikutip dari Al-Mayadeen.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April lalu. Kesepakatan ini tercapai menyusul mediasi intensif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Shahbaz Sharif, beserta jajaran pejabat militer. Hal ini sempat dinilai sebagai terobosan diplomatik setelah perang berlangsung selama berpekan-pekan.

Baca Juga

Pada 8 April, Islamabad secara terbuka mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran akan berlaku "di mana saja", termasuk Lebanon. Pakistan juga mengundang delegasi AS dan Iran untuk melanjutkan negosiasi yang dijadwalkan pada 10 April.

Pada hari yang sama, Pakistan memperingatkan bahwa permusuhan yang terus berlanjut—seperti serangan Israel ke Lebanon—berisiko merusak gencatan senjata dan proses perdamaian yang lebih luas.

Ketidakpastian sikap AS dan Israel

Berdasarkan sumber diplomatik yang dikutip CBS News, Presiden AS Donald Trump telah diinformasikan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup wilayah Lebanon. Pejabat Gedung Putih pun melaporkan bahwa pihak Israel telah setuju.

Namun, posisi AS dilaporkan bergeser setelah adanya panggilan telepon antara Presiden Trump dan Perdana Menteri pendudukan Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu menyatakan dengan tegas bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup Lebanon.

Sumber kepada Al Mayadeen menyebutkan bahwa klaim kedatangan delegasi Iran di ibu kota Pakistan adalah hoaks. Teheran telah menginformasikan kepada negara-negara mediator, termasuk Pakistan. Iran menyatakan, tidak akan terlibat dalam negosiasi apa pun selama serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut.

photo
Wanita Iran berjalan di dekat poster mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamnei saat menghadiri pemakaman korban serangan Israel dan AS, di pemakaman Behesht Zahra di selatan Teheran, Iran, 26 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement