Jumat 10 Apr 2026 10:46 WIB

Mengapa Haji Furoda tak Ada Lagi Mulai Tahun Ini? Ini Penyebabnya

Haji furoda rawan penyalahgunaan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Foto: Kementerian Haji dan Umrah RI
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan alasan di balik tidak adanya lagi skema haji furoda dalam dua tahun terakhir.

Salah satu penyebab utamanya adalah maraknya penyalahgunaan, terutama terkait harga yang dinilai tidak rasional.

Baca Juga

Menurut Dahnil, praktik di lapangan menunjukkan harga haji furoda sangat bervariasi dan cenderung tidak terkendali.

“Haji furoda banyak penyalahgunaan yang tidak rasional terutama harganya. Ada yang dijual sampai Rp 1 miliar, ada yang Rp 500 juta. Jadi macam-macam,” ujar Dahnil di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong dihentikannya skema haji furoda oleh otoritas Arab Saudi dalam dua tahun terakhir. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan ke depan skema ini akan dihapus secara permanen.

“Jadi itulah yang menyebabkan haji furoda tidak lagi ada dua tahun belakangan. Dan ke depan bisa jadi memang tidak ada lagi,” ucap Dahnil.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah ini menegaskan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah mendukung penuh kebijakan tersebut. Pasalnya, keberadaan haji furoda dinilai membuka celah terjadinya moral hazard hingga potensi penipuan terhadap masyarakat.

photo
Infografis Alokasi Kuota Haji Nasional 2026 - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement