Kamis 09 Apr 2026 16:29 WIB

Nasib Bangsawan Yahudi Kaya yang Gemar Memprovokasi untuk Membunuh Nabi

Ka'ab dikenal sebagai salah satu penyair dari kalangan Yahudi.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Para penganut Yahudi di Tembok Ratapan (ilustrasi)
Foto: abc.net.au
Para penganut Yahudi di Tembok Ratapan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Ka'b bin Al-Asyraf termasuk tokoh Yahudi yang amat dendam terhadap Islam dan orang-orang Muslim. Secara terang-terangan dia mengajak publik untuk memerangi dan membunuh Nabi Muhammad SAW.

Ka'b bin Al-Asyraf berasal dari kabilah Thai dari Bani Nabhan, ibunya berasal dari Bani Nadhir. Dia dikenal sebagai orang kaya raya dan suka berbuat baik kepada orang-orang Arab. Dia juga dikenal sebagai salah satu penyair dari kalangan Yahudi. Bentengnya berada di sebelah tenggara Madinah, tepatnya di bagian belakang dari perkampungan Bani Nadhir.

Baca Juga

Sebagai orang yang gemar memprovokasi agar terjadi perang yang melibatkan kaum kafir Quraisy dan Muslim, Ka'b bin Al-Asyraf sangat berhati-hati. Bentengnya dijaga dengan sangat ketat dan pergerakannya sangat hati-hati untuk menghindari serangan tidak terduga. Dia menjadi sosok yang cukup sulit diserang atau dibunuh.

Dikisahkan Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam buku Sirah Nabawiyah, saat pertama kali pemuka Yahudi itu mendengar kabar tentang kemenangan pasukan Muslimin dan terbunuhnya beberapa pemuka Quraisy, maka dia selalu bertanya-tanya, "Benarkah ini? Padahal mereka adalah bangsawan Arab dan raja semua manusia. Demi Allah, jika memang Muhammad dapat mengalahkan orang-orang itu, tentunya perut bumi lebih baik daripada permukaannya."

Setelah Ka'b bin Al-Asyraf yakin benar dengan kabar kemenangan umat Islam atas kaum kafir Quraisy, maka pemuka Yahudi ini serentak bangkit mengolok-olok Nabi Muhammad SAW dan orang-orang Muslim. Sebaliknya, ia menyanjung-nyanjung kaum Quraisy dan membangkitkan semangat untuk menghadapi kaum Muslimin.

photo
Gurun pasir (ilustrasi) - (tangkapan layar Reuters/Jumana el-Heloueh)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement