Kamis 09 Apr 2026 13:45 WIB

Munas X, Timur Tengah, dan Pelajaran tentang Kemandirian Bangsa yang Penting Diprioritaskan

Kemandirian bangsa sangat utama untuk mewujudkan ketahanan.

Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam, KH Said Aqil Siradj, saat menghadiri Munas X Lembaga Dakwah Islam Indonesia  di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu malam (8/4/2026).
Foto: Dok Istimewa
Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam, KH Said Aqil Siradj, saat menghadiri Munas X Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu malam (8/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily mendorong generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi ketidakpastian global.

Wacana mengenai sumberdaya manusia sebagai modal kemandirian bangsa itu, Dia lontarkan saat memberi pembekalan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu malam (8/4/2026).

Baca Juga

Dia menegaskan, generasi muda, khususnya generasi Z, memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas akademik dan keterampilan menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Dia pun mendorong generasi muda khusus generasi penerus Lembaga Dakwah Islam Indonesia untuk memperkuat kompetensi di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) untuk memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia.

“Karena itu saya ingin mendorong melalui lembaga pendidikan yang ada di Lembaga Dakwah Islam Indonesia untuk memperkuat kemampuan akademik secara profesional dan berkeahlian skill STEM. Karena kekayaan alam kita bisa digali kalau dengan keahlian tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital yang kritis. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu berpikir analitis dan mendalam.

“Jangan hanya bergantung pada media sosial. Anak muda harus punya kemampuan berpikir mendalam, salah satunya dengan membaca dan mengasah kemampuan intelektual,” tegasnya.

Dalam paparannya, dia juga menyinggung kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Situasi ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.

Dia menambahkan, ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Menurutnya, Lembaga Dakwah Islam Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai program yang telah dijalankan.

Dia mengapresiasi inisiasi program Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam mengembangkan sorgum sebagai alternatif bahan pangan pengganti beras, dan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren dan kantor organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia, KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa penguatan SDM dan ketahanan nasional sejalan dengan prioritas utama organisasi, yakni kebangsaan.

photo
 
Suasana Musyawarah Nasional (Munas) X DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu malam (8/4/2026).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement