Rabu 08 Apr 2026 23:59 WIB

Israel Klaim Menang Perang Atas Iran, Benarkah Demikian? Ini Bantahan Para Analis

Israel mengklaim kemenangan perang atas Iran.

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AIVV— Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak suara di Israel yang memperingatkan tentang melebarnya jurang antara retorika resmi yang berbicara tentang prestasi besar dan kemenangan yang telah diraih.

Padahal realitas di lapangan jauh lebih kompleks, yang menunjukkan bahwa musuh-musuh Israel tetap mampu bertahan, menata kembali barisan mereka, dan terus memberikan pukulan kepada front dalam negeri Israel.

Baca Juga

Penilaian ulang ini tidak terbatas pada kinerja militer langsung, melainkan meluas ke inti sistem intelijen dan politik yang menjadi dasar keputusan perang dan penilaian kemenangan Israel.

Dari Iran hingga Lebanon, dan sebelumnya di Jalur Gaza, pola yang sama terulang: perkiraan optimis mengenai efek jera, melebih-lebihkan pengukuran kerusakan yang diderita lawan, serta asumsi bahwa serangan keras akan segera menyebabkan runtuhnya tekad musuh, penggulingan rezim, atau pemaksaan penyelesaian dengan syarat-syarat Israel.

Namun, kenyataannya, berulang kali, berjalan ke arah yang berbeda, dan menunjukkan bahwa apa yang disajikan kepada publik sebagai kemenangan tidak selalu lebih dari sekadar citra politik dan media yang sementara, yang dengan cepat terkikis di bawah tekanan lapangan.

Retorika kemenangan yang tak didukung fakta

Penulis senior di surat kabar Yedioth Ahronoth, Nahum Barnea—dalam artikel yang diterbitkan pada Senin, 6 April lalu—dilansir Aljazera, memulai tulisannya dengan kritik langsung terhadap retorika Kemenangan Besar", dengan pandangan bahwa fakta-fakta itu sendiri tidak mendukungnya.

Penembakan pesawat, serta kemampuan lawan yang terus berlanjut untuk memperbaiki sistemnya dan membalas dengan rudal dan drone, semuanya merupakan indikator yang bertentangan dengan perayaan politik.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement