Rabu 08 Apr 2026 14:34 WIB

Avtur Melonjak Imbas Selat Hormuz, Kemenhaj: Presiden Larang Biaya Haji Dibebankan ke Jamaah

Maskapai harus menanggung beban biaya tambahan yang besar.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) ketiga Embarkasi Medan melambaikan tangan kepada petugas dari dalam pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (5/5/2025). Sebanyak 353 jamaah calon haji dari Medan, Deli Serdang, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Binjai, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Toba, Samosir dan Pakpak Barat diberangkatkan ke Tanah Suci.
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) ketiga Embarkasi Medan melambaikan tangan kepada petugas dari dalam pesawat di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (5/5/2025). Sebanyak 353 jamaah calon haji dari Medan, Deli Serdang, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Binjai, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Toba, Samosir dan Pakpak Barat diberangkatkan ke Tanah Suci.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lonjakan harga avtur akibat penutupan Selat Hormuz mulai berdampak pada biaya operasional maskapai penerbangan haji. Namun pemerintah Indonesia memastikan kenaikan tersebut tidak akan dibebankan kepada jamaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, harga bahan bakar penerbangan saat ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kondisi tersebut membuat maskapai, termasuk Garuda Indonesia, harus menanggung beban biaya tambahan yang besar.

Baca Juga

“Ini harga avtur, harga fuel penerbangan itu naik sangat tinggi. Naik luar biasa. Sehingga maskapai nasional kita Garuda Indonesia itu harus menanggung tambahan biaya yang juga sangat tinggi,” ujar Dahnil dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).

Tidak hanya maskapai nasional, menurutnya, maskapai asal Arab Saudi, Saudia Airline, juga telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia terkait kenaikan biaya per jamaah akibat lonjakan fuel.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement