Selasa 07 Apr 2026 13:56 WIB

Misi Penyelamatan AS Jauh dari Lokasi Jatuhnya Pesawat di Isfahan, Trump Ingin Curi Uranium Iran?

Operasi tersebut kemungkinan bertujuan untuk mencuri uranium Iran.

Puing-puing pesawat C-130 milik AS yang ditembak jatuh Iran, Ahad (5/4/2026).
Foto: Tasnim News
Puing-puing pesawat C-130 milik AS yang ditembak jatuh Iran, Ahad (5/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Pemerintah Iran menyanggah narasi Amerika Serikat (AS) terkait operasi militer baru-baru ini di dekat Isfahan. Teheran bersikeras bahwa misi tersebut berakhir dengan kegagalan total. Teheran justru mempertanyakan motif sebenarnya di balik operasi yang diklaim Washington sebagai upaya penyelamatan pilot tersebut.

Meski pejabat AS bersikeras operasi mereka berhasil mengevakuasi pilot yang hilang, Teheran berkali-kali membantah keterangan tersebut. Mereka menunjuk pada serangkaian inkonsistensi dalam narasi Amerika yang dianggap mencurigakan.

Baca Juga

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan, "operasi Amerika tersebut gagal total." Dia menyatakan bahwa pasukan Iran telah secara efektif memukul mundur penyusupan itu.

Pejabat Iran pun mengungkap sesuatu yang lebih strategis mengenai tujuan sebenarnya dari operasi tersebut. Baghaei menyoroti lokasi pendaratan pesawat AS yang dianggap tidak masuk akal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

“Lokasi pendaratan pesawat AS di Isfahan sangat jauh dari tempat yang mereka klaim sebagai tempat persembunyian pilot yang jatuh,” ujar Baghaei seperti dilansir dari Al Mayadeen, Selasa (7/4/2026).

Menurut Baghaei, operasi tersebut kemungkinan bertujuan untuk mencuri cadangan uranium yang diperkaya milik Iran. Dia mengungkapkan, hal tersebut menjadi sebuah opsi "yang tidak dapat dikesampingkan."

Klaim dari Iran ini kini mulai diperkuat oleh sejumlah analis militer AS dan internasional. Analisis mereka didasarkan pada dua faktor kunci: skala operasi yang masif serta jarak yang signifikan dari lokasi jatuhnya pesawat.  Keduanya dinilai menunjukkan bahwa objektif misi melampaui sekadar evakuasi seorang pilot.

photo
Para teknisi sedang bekerja di pusat pemrosesan uranium di Iran. - (reuters)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement