REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam sebuah artikel opini di surat kabar Haaretz, dilansir Aljazeera, Senin (6/4/2026), Gideon Levy, jurnalis senior, berpendapat bahwa dampak perang melawan Iran tidak akan terbatas pada medan perang, melainkan dapat merembet ke salah satu pilar paling kokoh dalam struktur Israel yaitu hubungannya yang tanpa syarat dengan Amerika Serikat.
Levi berpendapat hubungan ini telah melampaui batas aliansi tradisional menjadi suatu formula tidak seimbang yang telah mengakar selama bertahun-tahun.
Amerika Serikat terus mendukung Israel secara politik, militer, dan finansial, bahkan ketika Amerika Serikat secara terbuka mengecam pemukiman, aneksasi, serta perang di Gaza dan Lebanon.
Menurutnya, hal itu juga tidak menghentikan berlanjutnya apartheid dan pembantaian, tanpa Israel harus membayar harga yang dapat menghalangi atau memaksanya untuk meninjau kembali kebijakannya.
Menurut artikel tersebut, perlindungan Amerika ini bukan sekadar dukungan eksternal, melainkan syarat yang memungkinkan Israel melanjutkan kebijakannya tanpa benar-benar mempedulikan hukum internasional atau opini publik global.
Namun, perang dengan Iran, demikian kata penulis, dapat berubah menjadi titik balik jika hal itu menjadi kebuntuan tanpa jalan keluar yang jelas di mata Washington.
Pada saat itu, Levy memperkirakan Washington akan mulai menimpakan tanggung jawab keterlibatan dan konsekuensinya kepada Israel.
यो पोस्ट Instagram मा हेर्नुहोस्




