REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi membeberkan berbagai pelanggaran berat yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat (AS) dalam serangan terhadap Iran sejak Februari 2026 lalu. Hal itu disampaikan Boroujerdi saat pertemuan dengan tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Menurut Boroujerdi, serangan yang terjadi pada 28 Februari bukan hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan norma perang yang berlaku.
Boroujerdi menyebut, serangan dilakukan saat masyarakat Iran tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
“Sejak masa penyerangan pertama hingga saat ini pun mereka melakukan berbagai pelanggaran yang mungkin dapat kita sampaikan beberapa di antaranya. Misalnya bahwa mereka menyerang Iran saat masyarakat Iran melakukan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,”kata dia.
View this post on Instagram
Ia juga menyoroti upaya penargetan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebagai pelanggaran serius. Menurut dia, dalam praktik perang modern, sangat jarang pemimpin tertinggi suatu negara dijadikan target langsung.
Salah satu poin yang paling disorot juga adalah serangan terhadap sekolah dasar putri di Minab, Iran selatan. Dalam insiden itu, sebanyak 168 siswi di bawah usia 12 tahun dilaporkan meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa target serangan tidak lagi membedakan antara kombatan dan warga sipil.
Boroujerdi mengungkapkan, puluhan masjid serta berbagai institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas turut menjadi sasaran serangan AS-Israel. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip perlindungan objek sipil dalam konflik bersenjata.




