Jumat 03 Apr 2026 13:00 WIB

Dubes Iran: Perpecahan Sunni-Syiah Dikondisikan Zionis untuk Lemahkan Umat

Dubes Iran menemui sejumlah tokoh Islam Indonesia.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Pertemuan Dubes Iran dengan sejumlah tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Foto: Republika/Muhyiddin
Pertemuan Dubes Iran dengan sejumlah tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai perbedaan dan perpecahan antara Sunni dan Syiah kerap dimanfaatkan pihak luar, khususnya Zionis, untuk melemahkan umat Islam di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut Boroujerdi, perbedaan mazhab maupun agama sejatinya merupakan sesuatu yang alami. Namun, ia menegaskan bahwa perpecahan yang tajam justru “diinisiasi dan dikondisikan” agar umat menjadi terkotak-kotak dan kehilangan kekuatan.

Baca Juga

"Perpecahan antar mazhab, perpecahan antar agama sebenarnya adalah diinisiasi dan dikondisikan oleh Zionis. Ketika umat tercerai-berai, maka akan lemah. Dan ketika lemah, akan sangat mudah untuk dihancurkan,” ujar Boroujerdi saat ditanya Republika dalam pertemuan bersama Prof Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Iran sendiri telah melampaui perdebatan Sunni-Syiah di tengah perang melawan AS dan Israel. "Di Iran sudah tidak ada lagi pembahasan Sunni dan Syiah, karena di Iran juga masyarakatnya banyak, ada beberapa wilayah yang mayoritas bahkan Ahlussunnah," ucapnya. 

Boroujerdi menyebut, masyarakat Sunni dan Syiah hidup berdampingan, bahkan di sejumlah wilayah seperti bagian barat dan timur Iran, komunitas Ahlussunnah menjadi mayoritas.

Tidak hanya itu, kata dia, kalangan Ahlussunnah juga mendapatkan ruang representasi, termasuk dalam pemerintahan dan militer. “Sebagian menjadi tentara, bahkan ada panglima dari Ahlussunnah,” katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement