Rabu 01 Apr 2026 10:10 WIB

Kiai Pasuruan Harapkan Kerukunan Jadi Fokus Muktamar ke-35 NU

Pesan kuat disampaikan agar Muktamar NU berjalan tanpa konflik.

Istri Presiden keempat RI Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (tengah) foto bersama peserta usai Musyawarah Besar Warga NU di Ciganjur, Jakarta, Ahad (21/12/2025). Dalam musyawarah besar Warga NU yang mengusung tema Mengembalikan NU kepada Jamaah untuk Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam menghasilkan seruan untuk mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang memiliki kekuatan hukum dan legal apabila tidak tercapai maka diselenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) serta jabatan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersih dari politik dan intervensi pihak luar.
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Istri Presiden keempat RI Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (tengah) foto bersama peserta usai Musyawarah Besar Warga NU di Ciganjur, Jakarta, Ahad (21/12/2025). Dalam musyawarah besar Warga NU yang mengusung tema Mengembalikan NU kepada Jamaah untuk Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam menghasilkan seruan untuk mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang memiliki kekuatan hukum dan legal apabila tidak tercapai maka diselenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) serta jabatan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersih dari politik dan intervensi pihak luar.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan, Jawa Timur KH Idris Hamid mengharapkan kerukunan menjadi fokus pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dalam muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Juli-Agustus 2026.

"Rukun itu jangan hanya formal, tapi juga dari dalam (hati)," kata Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) HM Faqih, mengutip keterangan KH Idris Hamid, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga

Ia menegaskan forum-forum NU sebelum pelaksanaan muktamar strategis untuk merumuskan mekanisme pemilihan organisasi yang tidak menimbulkan perselisihan dan dapat diterima seluruh pihak.

Menurut dia, PWNU Jatim telah membentuk tim program sebagai bagian dari persiapan menghadapi muktamar ke-35 NU.

Terkait kemungkinan Jawa Timur menjadi tuan rumah, Faqih menyatakan kesiapan PWNU Jatim apabila mendapat amanah dari forum organisasi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement