Selasa 31 Mar 2026 14:44 WIB

TNI Gugur di Lebanon, PP Persis: Insya Allah Syahid dalam Misi Perdamaian

Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah personel TNI gugur.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan yel-yel usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Sebanyak 1.090 personel Satgas TNI akan bertugas selama satu tahun di Lebanon, untuk mendukung misi perdamaian PBB. Personel yang diberangkatkan terdiri dari tujuh satuan tugas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S, Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O, Satgas Rumah Sakit (Hospital) TNI Konga XXIX-P, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL. Satgas tersebut selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik juga berperan sebagai duta bangsa di kancah internasional dengan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan yel-yel usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Sebanyak 1.090 personel Satgas TNI akan bertugas selama satu tahun di Lebanon, untuk mendukung misi perdamaian PBB. Personel yang diberangkatkan terdiri dari tujuh satuan tugas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S, Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O, Satgas Rumah Sakit (Hospital) TNI Konga XXIX-P, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL. Satgas tersebut selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik juga berperan sebagai duta bangsa di kancah internasional dengan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga personel TNI wafat dibunuh Israel di Lebanon. Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Persis, Ustadz Arip Rahman, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam serta mengutuk Zionis Israel sekeras-kerasnya.

Ia juga mengungkapkan personel TNI yang wafat di Lebanon saat melaksanakan tugas menjaga perdamaian wafat dalam keadaan syahid.

Baca Juga

"Insya Allah syahid, karena (personel TNI itu sedang) membela kaum Muslimin, membela umat yang terzalimi," kata Ustadz Arip kepada Republika, Selasa (31/3/2026).

Ustadz Arip menambahkan wafatnya prajurit TNI di Lebanon insya Allah termasuk syahid karena sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon bagi saudaranya, bangsa Lebanon dan Palestina, yang sedang dizalimi oleh penjajah Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).

Syahid berdasarkan hadits hasan shahih ini, "Siapa pun yang meninggal untuk mempertahankan hartanya maka dia mati syahid, siapa pun yang meninggal karena mempertahankan agamanya maka dia syahid, siapa pun yang berjuang mempertahankan darah (jiwa) maka dia syahid, dan siapa pun yang meninggal karena mempertahankan keluarganya yang dizalimi maka dia mati syahid." (HR Imam At-Tirmidzi).

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement