REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga personel TNI wafat dibunuh Israel di Lebanon. Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Persis, Ustadz Arip Rahman, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam serta mengutuk Zionis Israel sekeras-kerasnya.
Ia juga mengungkapkan personel TNI yang wafat di Lebanon saat melaksanakan tugas menjaga perdamaian wafat dalam keadaan syahid.
"Insya Allah syahid, karena (personel TNI itu sedang) membela kaum Muslimin, membela umat yang terzalimi," kata Ustadz Arip kepada Republika, Selasa (31/3/2026).
Ustadz Arip menambahkan wafatnya prajurit TNI di Lebanon insya Allah termasuk syahid karena sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon bagi saudaranya, bangsa Lebanon dan Palestina, yang sedang dizalimi oleh penjajah Israel yang didukung Amerika Serikat (AS).
Syahid berdasarkan hadits hasan shahih ini, "Siapa pun yang meninggal untuk mempertahankan hartanya maka dia mati syahid, siapa pun yang meninggal karena mempertahankan agamanya maka dia syahid, siapa pun yang berjuang mempertahankan darah (jiwa) maka dia syahid, dan siapa pun yang meninggal karena mempertahankan keluarganya yang dizalimi maka dia mati syahid." (HR Imam At-Tirmidzi).
Lihat postingan ini di Instagram




