Selasa 31 Mar 2026 05:16 WIB

45 Klinik Kesehatan akan Layani Jamaah Haji RI di Makkah dan Madinah

Satu klinik kesehatan minimal melayani 5.000 orang jamaah.

Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Yusron Ambary (tengah) bersama Kepala KKHI Makkah dr Edi Supriyatna (kanan) dan Wakil Kepala KKHI Makkah dr Nurkhalis (kiri) mengecek fasilitas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Arab Saudi, Kamis (8/5/2025). KKHI yang berada di Makkah dan Madinah merupakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia yang membutuhkan pelayanan rawat jalan, rawat inap, darurat, unit perawatan intensif, rujukan, pemeriksaan penunjang, pelayanan sanitasi, pelayanan gizi, serta layanan safari wukuf, tanazul dan evakuasi.
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah Yusron Ambary (tengah) bersama Kepala KKHI Makkah dr Edi Supriyatna (kanan) dan Wakil Kepala KKHI Makkah dr Nurkhalis (kiri) mengecek fasilitas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Arab Saudi, Kamis (8/5/2025). KKHI yang berada di Makkah dan Madinah merupakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia yang membutuhkan pelayanan rawat jalan, rawat inap, darurat, unit perawatan intensif, rujukan, pemeriksaan penunjang, pelayanan sanitasi, pelayanan gizi, serta layanan safari wukuf, tanazul dan evakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat skema layanan kesehatan pada musim haji 1447 H/2026 M dengan menyediakan 45 klinik kesehatan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Puluhan klinik tersebut siap melayani jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan, satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 orang. Dengan kebijakan ini, di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jamaah. Untuk di Madinah akan tersedia lima klinik kesehatan di lima sektor.

Baca Juga

"Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut. Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (30/3/2026).

photo
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Ri Liliek Marhaendro Susilo menjadi keynote speaker di acara pelantikan pengurus pusat Perdokhi periode 2023-2026 di Auditorium RS Yarsi, Jakarta Pusat, Ahad (5/2/2023). - (Republika/Mabruroh)

Untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter juga akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jamaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Arab Saudi.

"Pendekatan severity level ini penting agar jamaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya," ujar Liliek.

Untuk menjamin mutu layanan, Pemerintah Arab Saudi juga memberikan syarat supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jamaah di hotel-hotel.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement