Senin 30 Mar 2026 10:09 WIB

Kerugian Besar Dialami AS Usai 'Radar Terbang' Dihancurkan Iran di Pangkalan Saudi

Kampanye militer AS-Israel di Iran dinilai akan mengalami hambatan serius.

E-3 Sentry AWACS
Foto: Tangkapan Layar Al Jazeera
E-3 Sentry AWACS

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Eskalasi militer antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel kian memanas. Selain membalas dengan serangan rudal langsung ke wilayah Israel, Teheran juga memperluas zona tempurnya dengan menyasar aset-aset militer strategis AS di negara-negara Teluk.

Al Jazeera yang mengutip laporan dari The Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan, serangan drone dan rudal Iran pada Jumat (27/3/2026) lalu berhasil menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi. Pangkalan ini merupakan objek vital yang digunakan bersama oleh angkatan udara Saudi dan militer AS.

Baca Juga

Al Jazeera melaporkan, kerugian paling signifikan bagi Pentagon dalam serangan ini adalah hancurnya pesawat E-3 Sentry AWACS (Airborne Warning and Control System). Pesawat ini bukan sekadar alat angkut, melainkan "pusat kendali pertempuran udara" yang mampu melacak pergerakan musuh dari jarak ratusan kilometer.

Pensiunan Kolonel Angkatan Udara AS, John Venable, menyebut penghancuran AWACS ini sebagai pukulan telak. "Ini melumpuhkan kemampuan AS untuk melihat apa yang terjadi di Teluk dan merusak kesadaran situasional mereka," ujar dia. Tanpa AWACS, koordinasi jet tempur, pengisian bahan bakar di udara, hingga deteksi dini serangan drone musuh menjadi sangat terhambat.

Selain AWACS, serangan tersebut juga menghancurkan satu pesawat tanker KC-135 dan merusak tiga lainnya. Tanker ini disebut sebagai "nyawa" bagi jet tempur AS agar tetap bisa mengudara dalam durasi lama. Dengan hancurnya infrastruktur pendukung ini, kampanye udara AS di Iran diprediksi akan mengalami hambatan operasional yang serius.

photo
Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026). - (X)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement