Senin 30 Mar 2026 10:03 WIB

Silatnas Ponpes Alkhairaat Bahas Pengembangan Madrasah Diniyah Awaliyah Terintegrasi

Silatnas menjadi forum strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Warga menjual foto Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua pada peringatan Haul Guru Tua di Kompleks Alkhairaat di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/5/2022).
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Warga menjual foto Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua pada peringatan Haul Guru Tua di Kompleks Alkhairaat di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/5/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Silaturahmi Nasional (Silatnas) pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Alkhairaat membahas pengembangan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang terintegrasi.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Mohsen Alaydrus menekankan pentingnya memaksimalkan kualitas sumber daya guru sebagai kunci utama dalam memajukan madrasah. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah program pengabdian bagi santri setelah menyelesaikan studi di luar negeri, khususnya yang dibiayai oleh pemerintah daerah atau komda setempat.

Baca Juga

“Dengan adanya program ini, kualitas tenaga pengajar akan semakin baik dan mampu meningkatkan daya saing madrasah Alkhairaat,” katanya, Senin (30/3/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya mendorong kemandirian madrasah swasta serta meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi kurikulum dan peningkatan kualitas guru. Ia menambahkan pentingnya penyiapan kader guru untuk Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

Pertemuan yang juga digelar secara hybrid itu diikuti oleh peserta dari berbagai daerah se-Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement