REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Eskalasi pertempuran di selatan Lebanon semakin memanas. Kelompok perlawanan Hezbollah, meluncurkan serangkaian serangan cepat dan terkoordinasi terhadap pasukan pendudukan Israel (IDF) di kota Taybeh pada Rabu (25/3/2026).
Dalam operasi yang berlangsung sepanjang hari tersebut, sedikitnya delapan tank Merkava dilaporkan hancur dihantam rudal pemandu, lapor media berbasis di Beirut, Al Mayadeen.
Berdasarkan laporan lapangan, gelombang serangan dimulai pada pukul 15.30 waktu setempat. Sebuah unit infanteri Israel yang mencoba merangsek masuk ke pemukiman Taybeh dihantam amunisi loitering (drone bunuh diri). Hanya berselang lima menit, tembakan artileri menyusul menghujam kumpulan tentara dan kendaraan militer di area yang sama.
Intensitas serangan meningkat tajam menjelang petang. Pada pukul 17.00, rudal pemandu Hezbollah melumat tiga tank Merkava dan sebuah buldoser D9 di sebelah barat proyek Taybeh. Saat pasukan penjajah mencoba mengevakuasi rongsokan kendaraan mereka, Hezbollah kembali menghujani lokasi tersebut dengan rentetan roket.
Pertempuran mencapai puncaknya pada pukul 18.50. Sebuah unit lapis baja Israel yang bergerak menuju wilayah Mahisibat terjebak dalam jebakan rudal pemandu. Empat tank Merkava tambahan dan satu buldoser D9 hancur seketika. Hingga pukul 20.15, total delapan tank kebanggaan militer Israel berhasil dilumpuhkan dalam satu hari operasi.
View this post on Instagram