Rabu 25 Mar 2026 20:10 WIB

Dua 'Jenderal' yang Menguntungkan dan Membuat Iran Unggul dalam Perang Lawan AS-Israel

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Meskipun perang yang sedang berlangsung di Iran digambarkan sebagai konflik teknologi yang cenderung menguntungkan Amerika Serikat dan Israel, berkat dominasi angkatan udara mereka serta kemampuan pemantauan dan pengawasan yang disediakan oleh jaringan intelijen mereka, logika yang lebih mendasar dari konflik ini terletak pada faktor geografis.

Dengan gagasan ini, majalah Foreign Policy membuka artikel yang ditulis oleh Arash Rezainghad dan Arsham Rezainghad.

Baca Juga

Keduanya menegaskan di awal artikel bahwa keunggulan militer saja tidak mungkin menentukan hasil perang.

Hal ini sebab Iran bukanlah target yang dapat ditaklukkan hanya dengan serangan udara, karena negara ini memiliki kedalaman strategis yang luas dan topografi pegunungan yang rumit yang membuat invasi darat menjadi mahal dan berlarut-larut, sebagaimana telah dibuktikan sejarah berulang kali.

Strategi Iran—menurut kedua penulis—bergantung pada ketahanan dan melemahkan lawan, memanfaatkan pegunungan dan dataran tingginya yang menghambat operasi militer, terutama di wilayah pedalaman dan timur yang sulit dijangkau dibandingkan dengan wilayah barat yang lebih dekat ke Teluk.

Secara historis, kondisi geografis ini berfungsi sebagai perisai strategis bagi Iran, yang memperlambat dan melelahkan pasukan penyerang selama berabad-abad.

Mulai dari kesulitan yang dihadapi pasukan Mark Antony (lahir tahun 83 SM – wafat tahun 30 SM di Alexandria) Romawi, hingga terhambatnya kemajuan Irak di front Zagros selama Perang Iran-Irak antara 1980 dan 1988.

Dan geografi ini—menurut kedua penulis—tidak hanya menghambat serangan, tetapi juga memberi Iran kemampuan untuk menyembunyikan dan memindahkan fasilitas-fasilitas sensitifnya, sehingga mengurangi efektivitas serangan udara.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi