Rabu 25 Mar 2026 16:38 WIB

Jubir Militer Iran Ejek Trump: Era Janji Kosong Berakhir, Anda Bernegosiasi dengan Diri Sendiri

Trump menyatakan telah menunjuk empat orang untuk bernegosiasi dengan Iran.

Rep: Bambang Noroyono,Fuji Eka Permana,Bambang Noroyono,Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Jubir Militer Iran Letkol Ebrahim Zolfaghari
Foto: X
Jubir Militer Iran Letkol Ebrahim Zolfaghari

REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI — Juru bicara (Jubir) Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Militer Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari, mengejek upaya Amerika Serikat (AS) untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Rabu (25/3/2026). Zolfaghari menegaskan bahwa Amerika hanya bernegosiasi dengan diri mereka sendiri.

Zolfaghari menyampaikan pernyataan tersebut dalam video yang direkam sebelumnya dan ditayangkan di televisi pemerintah.“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan telah berubah menjadi kegagalan strategis,” kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, dikutip dari The Korean Times, Rabu (25/3/2026)

Baca Juga

“Negara yang mengklaim sebagai kekuatan super global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji-janji kosong Anda telah berakhir,” ujar Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?” kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari yang ditujukan kepada Donald Trump.

Pernyataan Zolfaghari muncul tidak lama setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata 15 poin ke Iran melalui Pakistan.“Kata pertama dan terakhir kami sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda,” kata Zolfaghari.

“Tidak sekarang, tidak akan pernah,” tambah dia.

photo
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement