Rabu 25 Mar 2026 15:22 WIB

Puasa Syawal Enam Hari, Haruskah Dilakukan Berturut-turut?

Sebagian ulama mengatakan, puasa Syawal dilakukan tepat setelah Idul Fitri.

Infografis Puasa Syawal Sekaligus Ganti Ramadhan, Bolehkah?
Foto: Republika.co.id
Infografis Puasa Syawal Sekaligus Ganti Ramadhan, Bolehkah?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu sunah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Praktik puasa ini memiliki keutamaan tersendiri, dan seringkali menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai cara terbaik untuk menjalankannya.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah puasa enam hari tersebut sebaiknya dilakukan secara berturut-turut atau dibagi dalam beberapa hari sepanjang bulan Syawal. Komisi fatwa Akademi Riset Islam Al Azhar di Kairo, Mesir, memberikan penjelasan atas pertanyaan tersebut, sebagaimana dilansir laman Masrawy.

Baca Juga

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang melakukan puasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa 6 hari Syawal, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang masa." (HR Muslim)

Sebagian ulama, termasuk Imam Syafi'i, berpendapat puasa Syawal disunahkan untuk dilakukan tepat setelah hari raya Idul Fitri. Artinya, puasa Syawal itu langsung disambung sesudah hari raya Idul Fitri, yakni pada 2 Syawal.

photo
Jamaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan Shalat Idul Fitri di Mushalla Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Rabu (12/5/2021). Tarekat Naqsabandiyah menetapkan jatuhnya satu syawal 1442 Hijriyah pada Rabu (12/5/2021), didasari dengan metode hisab Munjid, yakni penghitungan 30 hari sejak awal puasa, atau sehari lebih dulu dibandingkan yang sudah ditetapkan pemerintah. - (Iggoy el Fitra/ANTARA )

 

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement