Jumat 20 Mar 2026 23:52 WIB

Sholat Idul Fitri 1447 Tingkat Kenegaraan Digelar di Masjid Istiqlal Sabtu Besok

Pemerintah tetapkan Idul Fitri bertepatan 21 Maret 2026.

Rep: Muhyiddin,Muhyiddin,Muhyiddin,Muhammad noor alfian choir/ Red: Nashih Nashrullah
Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) didampingi Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kiri) dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang (kanan) menyampaikan konferensi pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) didampingi Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kiri) dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang (kanan) menyampaikan konferensi pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menetapkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Seiring dengan itu, shalat Idulfitri tingkat kenegaraan akan digelar di Masjid Istiqlal dan terbuka bagi masyarakat umum.

Pelaksanaan shalat akan dimulai pukul 07.00 WIB. Jamaah diimbau untuk hadir lebih awal guna menghindari kepadatan serta memastikan kelancaran ibadah.

Baca Juga

“Kemudian untuk kegiatan besoknya, insyaallah kegiatan sholat Id 1447 Hijriah akan bertindak sebagai imam yaitu Dr KH Ahmad Husni Ismail, Kemudian badal imam, Ustadz H  Ahmad Rofiuddun Mahfudz, dan untuk bertindak selaku bilal yaitu Ustazd AR Harmoko, dan bilal dua Ustaz Ahmad Achwani,” kata Menteri Agama Nassarudin, Jumat(20/3/2026). 

Adapun susunan petugas lainnya meliputi badal imam Ahmad Rofiuddin Mahfudz, serta bilal Ustaz R Harmoko dan Ahmad Achwani.

Pengelola Masjid Istiqlal juga mengimbau jamaah untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah.

Jamaah diminta mengenakan pakaian sopan dan menutup aurat, membawa perlengkapan shalat pribadi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, jamaah diingatkan untuk membawa barang secukupnya dan tetap waspada terhadap barang bawaan masing-masing. Penggunaan kantong plastik untuk menyimpan alas kaki juga dianjurkan guna menjaga kerapihan area masjid.

Untuk akses masuk, jamaah dapat menggunakan sejumlah gerbang yang telah disediakan, antara lain Gerbang Al-Ghaffar dari arah Jalan Perwira, Al-Aziz dan Al-Jabbar dari kawasan Lapangan Banteng, Al-Fattah dari arah Gereja Katedral, serta Al-Mukmin dari arah Stasiun Gambir dan Pasar Baru.

Sementara bagi jamaah yang membawa kendaraan pribadi, pengelola telah menyiapkan sejumlah titik parkir di sekitar kawasan Istiqlal.

Di antaranya area parkir basement masjid, Gedung Pertamina, Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, hingga sejumlah fasilitas umum lain di sekitar lokasi.

Pengaturan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan Sholat Idul Fitri tingkat kenegaraan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin beribadah di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement