Rabu 18 Mar 2026 06:35 WIB

Survei: Mayoritas Warga AS Percaya Trump Serang Iran demi Menutupi Skandal Asusila di File Epstein

Setelah dokumen Epstein menarik perhatian dunia, AS-Zionis menyerang Iran.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: A.Syalaby Ichsan
Jeffrey Epstein, kiri, bersama Donald Trump di perkebunan Mar-a-Lago milik presiden saat ini di Florida pada 1997.
Foto: Media Sosial
Jeffrey Epstein, kiri, bersama Donald Trump di perkebunan Mar-a-Lago milik presiden saat ini di Florida pada 1997.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Jajak pendapat terbaru di Amerika Serikat (AS) meyakini alasan Presiden Donald Trump menyerang Republik Islam Iran terkait dengan skandal Epstein.

Jajak pendapat Zeteo yang dipublikasikan the Telegraph pada Selasa (17/3/2026) mengatakan, mayoritas warga Paman Sam itu percaya keputusan Trump membawa AS perang dengan Iran adalah untuk menutup-nutupi skandal asusila, dan kejahatan seksual yang terungkap melalui file Epstein.

Baca Juga

“Hasil jajak pendapat terbaru dari Zeteo melaporkan bahwa 52 persen warga Amerika percaya, Presiden Donald Trump melancarkan serangan dalam peperangannya terhadap Iran untuk mengalihkan perhatian dari masalah dalam berita-berita utama di Amerika tentang File Epstein,” begitu dalam laporan the Telegraph, yang dikutip Selasa (17/3/2026). Tingkat kepercayaan warga AS atas pengalihan isu Epstein Files itu semakin tinggi di kalangan Partai Demokrat yang saat ini sebagai faksi oposan di pemerintahan Trump.

“Persepsi bahkan lebih kuat di kalangan kelompok politik, dengan 81 persen Demokrat, percaya dengan pandangan yang mengatakan bahwa perang terhadap Iran, sebagai pengalihan yang sengaja dilakukan oleh Donald Trump atas masalah utama berkas Epstein,” begitu tulis the Telegraph.

Sementara itu, 52 persen responden dari warga biasa juga menganggap perang tersebut merupakan pengalihan isu. Bagi mereka yang berasal dari  Partai Republik, faksi politik penyokong pemerintahan Trump, sebanyak 26 persen di antaranya percaya Trump membawa AS berperang dengan Iran, hanya untuk mengalihkan isu skandal asusila dalam File Epstein.

Dokumen Epstein, merupakan tumpukan data-data yang terdokumentasikan secara lengkap tentang kejahatan asusila luar biasa multinasional yang dilakukan oleh tokoh-tokoh politik dunia.

photo
Warga Korea Selatan berunjuk rasa menolak kerja sama pengamanan Selat Hormuz yang diminta Presiden AS Donald Trump di luar kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan, 16 Maret 2026. - (EPA/JEON HEON-KYUN)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement