Selasa 17 Mar 2026 10:45 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret 2026 dengan Sistem KHGT

Umat Islam di Indonesia diharapkan tetap saling menghormati perbedaan.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Fernan Rahadi
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (16/3/2026).
Foto: Republika/Wulan Intandari
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (16/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini dilakukan menggunakan metode hisab yang mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).  

Muhammadiyah menggunakan perhitungan astronomi atau hisab hakiki dengan prinsip, syarat, dan parameter yang terdapat dalam KHGT. Sistem ini menetapkan satu kalender Hijriah yang berlaku secara global sehingga tanggal Hijriyah sama di seluruh dunia. 

 

Hal tersebut sebelumnya juga sudah tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriyah.

 

"Kami menyampaikan khususnya pada seluruh warga besar dan simpatisan Muhammadiyah dan mudah-mudahan juga bermanfaat untuk kaum

 

Haedar mengatakan, penetapan awal Syawal dengan metode hisab KHGT juga menjadi langkah Muhammadiyah untuk memberikan kepastian dan keseragaman perhitungan kalender Hijriah di seluruh dunia. Dengan metode tersebut, penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal tidak lagi bergantung pada pengamatan hilal di satu wilayah tertentu, melainkan pada posisi astronomis bulan yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam kalender global.

 

Haedar menyampaikan, keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi warga Muhammadiyah dalam menyelenggarakan ibadah sholat Idul Fitri, silaturahim, dan tradisi Lebaran. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement