Kamis 12 Mar 2026 14:02 WIB

Negara Arab Teluk Ini tak akan Normalisasi Hubungan dengan Israel dan Enggan Gabung BoP

Oman sebut Perang AS dan Israel untuk lemahkan Iran.

Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026.
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT— Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, menegaskan pada Rabu (12/3/2026) bahwa negaranya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel dan tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Dia menekankan perang saat ini bertujuan untuk melemahkan Iran dan membentuk kembali kawasan tersebut, mendorong normalisasi, dan mencegah berdirinya negara Palestina.

Baca Juga

Dia juga memperkirakan perang akan segera berakhir, tetapi menekankan perlunya bersiap untuk kemungkinan terburuk.

Dikutip Aljazeera, Kamis (12/3/2026), dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi surat kabar lokal, Al-Busaidi mengatakan Sultanat Oman tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian dan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dia menegaskan sikap negaranya tetap teguh terhadap isu-isu di kawasan tersebut, menurut laporan surat kabar Oman.

Dalam pandangannya tentang latar belakang perang Amerika-Israel melawan Iran, Al-Busaidi berpendapat bahwa tujuan sebenarnya dari perang tersebut tidak terbatas pada masalah nuklir, tetapi melampaui itu untuk melemahkan Iran, membentuk kembali kawasan tersebut, mendorong normalisasi, serta mencegah berdirinya negara Palestina, dan melemahkan semua pihak yang mendukung proyek tersebut.

Menargetkan kawasan

Menteri Oman itu menunjuk adanya rencana yang lebih luas yang menargetkan kawasan, dengan menjelaskan bahwa Iran bukanlah satu-satunya sasaran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement