Selasa 10 Mar 2026 20:33 WIB

Masuk Waktu Itikaf, Israel Masih Tutup Masjid Al Aqsa, Ekstremis Yahudi Ingin Pecah Masjid

Kegubernuran Yerusalem keluarkan peringatan hasutan organisasi ekstremis Yahudi.

Jamaah Masjid Al-Aqsa
Foto: VOA
Jamaah Masjid Al-Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Pasukan penjajah Israel masih menutup kompleks Masjid Al Aqsa selama 11 hari berturut-turut. Zionis melarang masuk jamaah Muslim Palestina untuk beribadah di situs suci tersebut.

Zionis berdalih bahwa penutupan itu dilakukan karena alasan keamanan terkait konfliknya dengan Iran. Penutupan Masjid Al Aqsa yang terus berlanjut selama sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi preseden berbahaya. Hal ini menandai pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem pada 1967 ibadah sholat Tarawih dan itikaf dilarang di dalam Masjid Al Aqsa.

Baca Juga

Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin organisasi ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al Aqsa, di tengah penutupan yang sedang berlangsung.

Pihak pemprov menekankan, apa yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas penjajah, tetapi lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sebelumnya, Kegubernuran Yerusalem mengeluarkan peringatan keras terkait gelombang hasutan berbahaya yang dilancarkan oleh organisasi-organisasi ekstremis "Kuil" Yahudi. Provokasi ini meningkat tajam di tengah kebijakan otoritas pendudukan Israel yang terus menutup Masjid Al Aqsa selama 10 hari berturut-turut.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (9/3/2026), Kegubernuran Yerusalem menegaskan bahwa situasi saat ini merupakan bagian dari skema politik dan ideologis yang sistematis. Tujuan zionos yakni mengubah realitas religius, sejarah, dan hukum di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki.

photo
Masjid Al Aqsa - (Wikipedia)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi